Oleh: atmanroja | 4 Januari 2010

“GEMA TAKBIR” SEBUAH SARAN UNTUK MEMBANGUN KOTA SOLOK


Kota Solok merupakan salah satu Kota kecil yang sangat potensial untuk dikembangkan. Kota ini juga berupa kota persimpangan dan persinggahan, karena untuk menuju wilayah lain di Sumatera Barat harus melalui Kota Solok, misalnya masyarakat Dharmasraya, Sawahlunto, dan Sijunjung yang ingin ke Kota Padang. Selain itu juga termasuk reute Trans Sumatra.
Dalam rangka memajukan Kota Solok dalam lima tahun ke depan, penulis mempunyai beberapa saran untuk calon-calon pemimpin di Kota Solok yang akan bertarung menjadi pimpinan periode 2010-2015. Mudah-mudahan saran ini dapat sebagai masukan hendaknya.


Konsep pembangunan Kota Solok ke depan disingkat dengan nama Program “GEMA TAKBIR”. Istilah ini dapat berarti sebagai: (1) bahwa pembangunan Kota Solok harus berlandaskan ISLAMI sehingga Kota Solok mempunyai ciri tersendiri dalam mengembangkan wilayahnya, dan (2) GEMA TAKBIR dapat berupa singkatan dari “GErakan peMbAngunan perTAnian, pendidiKan, Bisnis dan IndustRi”. Ada empat bidang yang menjadi prioritas untuk dijadikan landasan dalam pembangunan Kota Solok, yaitu:

1. PERTANIAN BERBASISKAN PERKOTAAN
Kedepan, pembangunan pertanian di Kota Solok lebih mengarah ke pertanian dengan mengembangkan komoditas pertanian yang berbasiskan perkotaan. Hal ini dimungkinkan karena Kota Solok memiliki pasar yang mampu menampung hasil pertanian rakyat. Komoditas yang dikembangkan terutama:
a. Sayur-sayuran (cabe, bayam, kangkung, bawang dan lain-lain). Komoditas ini dapat dikembangkan pada lahan sawah tadah hujan maupun lahan kering yang ada di Kota Solok.
b. Palawija. Untuk lahan kering marjinal (seperti wilayah Laing) dapat dikembangkan komoditas ubikayu. Ubikayu mampu berproduksi tinggi pada daerah kurang subur sehingga lahan-lahan terlantar di Kota Solok dapat dimanfaatkan. Selain itu, komoditas jagung juga harus diprioritaskan.
c. Padi. Padi merupakan icon Kota Solok sehingga komoditas ini perlu selalu dijaga dan dikembangkan terutama pada lahan-lahan sawah beririgasi. Kebijakan untuk merubah sawah menjadi kantor atau perumahan sebaiknya tetap dilaksanakan sehingga Solok sebagai kota beras dapat tetap dipertahankan.
d. Integrasi Tanaman dan Ternak. Selain komoditas di atas, pemerintah dapat mengembangkan program integrasi tanaman dan ternak terutama untuk komoditas jagung (teknologinya sudah ada).

2. PENDIDIKAN BERBASISKAN ISLAM
Agar pendidikan di Kota Solok memiliki ciri tersendiri, maka harus dibangun dengan landasan ISLAMI. Misalnya: (a) perubahan kurikulum muatan lokal yang diperbanyak mengenai pelajaran agama dan akhlak, (2) mewajibkan siswa di Kota Solok melaksanakan SHOLAT DHUHA setiap hari saat istirahat pertama dan sholat berjamaah ketika jam sekolah masuk waktu sholat (zhuhur dan ashar), dan (3) mewajibkan siswa wajib pandai baca ALQURAN dan ASMA’UL HUSNA, dan lain-lain.

3. BISNIS BERBASISKAN KERAKYATAN
Bisnis (perdagangan atau pasar) yang berbasiskan kerakyatan masih perlu tetap dipertahankan di Kota Solok. Pembangunan MALL atau Pasar Swalayan (Matahari atau Ramayana) saat ini mungkin belum diperlukan untuk Kota Solok karena dapat mengakibatkan menurunnya kegiatan perdagangan masyarakat kelas menengah ke bawah (kaki lima dan pertokoan). Namun, salah satu ciri sebuah kota yang mulai berkembang adalah adanya MALL atau Pasar Swalayan. Jika pembangunan MALL ini diperlukan juga, sebaiknya dibangun di daerah-daerah pinggiran kota sehingga tidak secara langsung terjadi persaingan dengan pedagang kaki lima atau pertokoan di Kota Solok.
Selain itu, untuk menampung hasil pertanian maupun hasil industri kerajinan rakyat sebaiknya pemerintah menyiapkan “pasar spesifik”. Tiga daerah batas kota dapat disulap menjadi pasar tersebut. Minimum, daerah batas kota di Simpang Selayo dapat dijadikan pusat pasar pertanian dan hasil kerajinan rakyat tersebut.
Lebih spesifiknya, kantor Koramil yang ada sekarang dipindahkan dan dijadikankan pasar spesifik tersebut, tentu saja memperluasnya dengan membuat jembatan di belakangnya sehingga masyarakat dapat berjualan di atas jembatan tersebut (mirip jembatan Siti Nurbaya, tetapi tentu saja lebih besar dari itu). Adanya jembatan ini sekaligus Kota Solok dapat mengembangan bisnis pariwisata yang spesifik, yaitu “PARIWISATA SUNGAI” yang tidak ada di wilayah lain di Sumatera Barat. Batang Lembang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi objek Wisata Sungai. Batas kota Selayo dan batas Kota arah ke Padang Panjang dapat dijadikan reute wisata air sekaligus pasar spesifik.

4. INDUSTRI BERBASISKAN KERAKYATAN
Agar komoditas pertanian yang diusahakan masyarakat terjamin pasarnya, pemerintah juga menyiapkan industri pengolahannya, seperti: pabrik pakan ternak untuk komoditas jagung, pabrik pengolahan ubikayu untuk gaplek, pihak swasta yang mampu membeli ubikayu rakyat sebagai bahan bioethanol, industri pengolahan ubikayu sebagai makanan ringan dll. Sebagian hasil industri rakyat ini dapat dipasarkan di pasar spesifik.
Demikianlah sumbang saran dari penulis, mudah-mudahan bermanfaat.


Responses

  1. makasih infonya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: